Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Tuesday, February 14, 2012

Film-film Yang Mengecewakan Penonton

Kesuksesan 'The Artist' menggondol penghargaan sebagai Film Terbaik di ajang Bafta Award pada Minggu 12 Februari 2012 lalu tak hanya membuahkan kekaguman, namun juga keterkejutan di kalangan masyarakat awam yang telah menyaksikan film tersebut. Sebab, menurut mereka, film itu bukan lah film yang terlalu enak untuk ditonton, sehingga di antara mereka, di antaranya penonton di kota Liverpool, Inggris, bahkan sempat meminta agar pengelola bioskop mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan untuk membeli karcis.

Mengapa banyak yang kecewa? Jawabannya mudah; karena mereka tak menyangka film itu bisu alias tak bersuara, sehingga tak semua orang dapat nyaman menyaksikan film yang meski para pemerannya "mengoceh" sepanjang film ditayangkan, namun tak sepatah kata pun dapat mereka dengar. Kurangnya penjelasan saat promosi film dilakukan? Mungkin. Namun yang pasti, menurut Zimbio, bukan hanya The Artist yang membuat penonton kecewa. Ada dua yang lain. Film yang mana sajakah itu? Ini dia;

1. Film Drive


Judul film membuat orang membayangkan sebuah film yang dipenuhi adegan kebut-kebutan seperti 'Fast and the Furious', namun film yang dibintangi aktor Ryan Gosling ini ternyata tidak seperti itu. Seorang penonton wanita di kota Michigan, Amerika Serikat, kepada Zimbio mengatakan, trailer film ini menyesatkan.

"Film ini tidak seperti judul maupun trailernya, karena sangat minim adegan balapan mobil," keluhnya.

Drive bercerita tentang seorang sopir sewaan di kota Los Angeles yang membantu sebuah aksi pencurian. Si sopir kemudian jatuh cinta kepada tetangganya, seorang ibu muda yang hidup dalam bahaya ketika mantan suaminya kembali ke kehidupannya.


2. Film The Tree of Life

Film ini meraih Palme d'Or, penghargaan tertinggi dalam ajang Festival Film Cannes 2011. Namun kebanyakan penonton di kota Connecticut, Amerika Serikat, justru berfikir sebaliknya untuk film yang dibintangi Brad Pitt dan Sean Penn ini karena mereka tidak siap menyaksikan film dengan pendekatan metodis serta renungan eksistensial sang sutradara Terrence Mallick.

Untung, sebelum para penonton meminta ganti rugi, pihak bioskop telah mengambil langkah cepat. Mereka menaruh pengumuman bahwa tidak akan ada pengembalian uang karena penonton harus memahami bahwa 'Tree of Life' adalah film dengan visioner yang unik dan memiliki filosofis yang dalam.

Nah, jika Anda telah menonton film-film ini, apakah Anda sependapat dengan para sineas yang memberikan penghargaan tertinggi, atau justru mencela seperti umumnya penonton awam?

Wednesday, January 18, 2012

Film Paranormal Activity 3 Amat Mencekam

Jika Anda telah menyaksikan sekuel pertama dan kedua film "Paranormal Activity", siap-siap saja merasakan kengerian yang melebihi kedua sekuel itu jika Anda menyaksikan film "Paranormal Activity 3". Jika Anda bukan termasuk seorang pemberani, jangan menonton sendiri.

Sekuel ketiga film horor yang disebut-sebut sebagai salah satu film horor terbaik buatan Amerika ini menjadikan sebuah video tahun 1988 sebagai alur utama cerita. Film ini berkisah tentang kehidupan keluarga Julie (Lauren Bittner) yang tinggal bersama kedua putrinya, Katie (Chloe Csengery) dan Kristi (Jessica Tyler Brown), serta kekasihnya, Dennis (Christopher Nicholas Smith).

Putri bungsu Julie, Kristi, mengaku berteman dengan sosok yang disebutnya Toby. Kecurigaan mulai timbul saat suara-suara gaduh muncul di rumah mereka setiap malam. Terbawa oleh perasaan curiga dan penasaran, Dennis akhirnya menaruh beberapa kamera di rumah itu. Kecurigaan terbukti. Sayangnya, Julie masih ragu dengan penjelasan Dennis, dan menganggap apa yang disampaikan Dennis kepadanya hanyalah khayalan kanak-kanak semata, hingga akhirnya Julie mengalami sendiri kejadian aneh.

Demi keselamatan mereka, Julie memutuskan untuk mengungsi ke rumah Lois (Hallie Foote), ibunya. Amankah keluarga Julie setelah pindah ke rumah ibunya?

Untuk membuat penonton tidak terlalu tegang dan ketakutan, sutradara Henry Joost dan Ariel Schulman menyisipkan sedikit adegan berbau humor. Namun, tetap saja, pengambilan gambar yang apik dan efek suara yang menyatu dengan tema, membuat film ini tetap mencekam dan membakar adrenalin.

Penasaran? Dilm ini mulai tayang di bioskop-bioskop Tanah Air mulai pekan ini.

Tuesday, January 17, 2012

The Descendents: Kecelakaan Dapat Mengubah Segalanya

Kecelakaan dapat mengubah segalanya. Ini lah poin utama film 'The Descendants' yang membuat George Clooney menyabet dua penghargaan sebagai aktor pemeran utama pria terbaik dalam ajang Critic's Choice Movie Awards 2012 dan Golden Globe Awards 2012, serta masuk nominasi untuk kategori yang sama pada ajang British Academy of Film and Television Arts (BAFTA). Meski predikat film terbaik pada ajang Critic's Choice dan Golden Globe jatuh ke tangan film bisu 'The Artist'.

Dalam film 'The Descendants' dikisahkan bagaimana kehidupan Matt King (George Clooney) seperti dijungkirbalikkan setelah Elizabeth (Patricia Hastie), mengalami kecelakaan di laut.

Film dibuka dengan kehidupan rumah tangga Matt baik-baik saja, meski tanah warisan keluarga Matt yang berhektar-hektar terancam jatuh ke tangan orang lain. Lalu Elizabeth mengalami kecelakaan dan koma, sehingga dari waktu ke waktu dia harus berbaring di tempat tidur dengan selang infus dan mesin pencatat denyut jantung dihubungkan ke tubuhnya. Kondisi ini membuat Matt mengambil alih tugas Elizabeth sebagai ibu bagi dua anak mereka, sehingga jadilan Matt seorang pria single parent yang harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

Peran ini tak mudah karena Alexandra (Shailene Woodley), putri tertua Matt, merupakan tipikal anak yang sulit diatur dan diajak kompromi. Namun paling telak justru dialami Matt setelah tahu kalau sebelum kecelakaan, Elizabeth diam-diam menjalin hubungan asmara dengan seorang pria bernama Brian (Matthew Lillard).

'The Descendants' merupakan salah satu dari dua film Clooney yang dirilis pada 2011, namun film yang diangkat dari novel karya Kaui Hart Hemmings dan disutradarai oleh Alexander Payne ini lah yang kehebatan akting Clooney sangat menonjol sehingga meraih predikat best actor pada dua ajang yang berbeda, namun dalam film yang sama. Rasanya sayang jika Anda tidak menyaksikan film yang skenarionya juga dibuat Alexander Payne ini.


Genre : Drama/ Komedi
Tanggal Rilis : 18 November 2011
Sutradara : Alexander Payne
Pemain : George Clooney, Shailene Woodley, Judy Greer, Beau Bridges
Naskah : Nat Faxon, Jim Rash, Alexander Payne
Produser : Jim Burke, Alexander Payne, Jim Taylor
Distributor : Fox Searchlight Pictures

Sunday, December 25, 2011

10 Film Mancanegara Terbaik 2011

Sulit memungkiri bahwa film-film asing, terutama yang diproduksi di Amerika, memiliki kualitas di atas rata-rata, baik dari segi cerita, penyutradaraan, efek, maupun lagu-lagunya. Namun, tentu saja, di antara yang yang terbaik yang diluncurkan sepanjang Januari hingga Desember 2011, ada yang terbaik dengan indikasi utama kemampuan menyedot penonton sebanyak-banyaknya, meraih untung besar, dan memiliki kualitas.

Berdasarkan data yang dikompilasikan dari berbagai sumber, ini lah film-film asing terbaik 2011 versi The Intermezo.

 

1. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2


Film yang dirilis pada Juli 2011 ini dianggap sebagai penutup sekuel film Harry Potter yang sempurna. Di angkat dari novel karya JK Rowling, cerita film ini nyaris tanpa cacat dengan suguhan efek yang nyaris sempurna. Pada pekan pertama penayangan, film ini meraup pemasukan sebesar US $1,5 juta. Perhitungan terakhir, film ini meraup penghasilan sebsar US $1 miliar. 




2. The Adventurer of Tintin


Film karya sutradara bertangan dingin Steven Spielberg ini sempat menduduki puncak box office di seluruh daratan Eropa dan Amerika pada penanyangan perdana pada 2 November 2011. Hanya dalam tiga hari, film ini meraih pemasukan sebesar US $56,1 juta.





3. The Tree of Life


Film yang dibintangi Brad Pitt dan bercerita tentang sebuah keluarga yang memiliki anak pengidap trauma ini meraih penghargaan Palme d'Or di Festival Film Cannes 2011. Film yang dirilis pada Mei 2011 ini meraup pendapatan sebesar US$ 90,1 juta. Sayang, film bagus ini tak mampu mendaki puncak box office karena kalah bersaing dengan film berteknologi efek visualisasi tinggi.





4. Contagion


film yang bercerita tentang penyebaran virus mematikan ini dibintangi sederet aktor dan artis terkenal seperti Matt Damon, Kate Winslet, Gwyneth Paltrow, Jude Law, dan Marion Cotillard. Dalam tiga hari penanyangan setelah dirilis pada 21 Oktober 2011, film ini langsung nangkring di puncak box office dengan pemasukan mencapai US $12,1 juta.




5. Captain America: The First Avenger


Film yang dirilis 22 Juli 2011 ini sukses menggeser film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 dari puncak box office pada penayangan perdana di bioskop-bioskop Amerika Serikat, Amerika Latin dan Kanada dengan pemasukan mencapai US $65,8 juta. Film ini bahkan termasuk film sukses yang diadaptasi dari serial komik anak-anak setelah Superman, Batman, Fantastic Four, dan Spiderman.



6. Rise of the Planet of the Apes


Film ini sempat menduduki puncak box office selama lebih dari sepekan di Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Kanada. Juga duduk di puncak box office saat tayang di Eropa dan belahan dunia lain. Hanya tiga hari penanyangan, film ini langsung meraih penghasilan sebesar US $27,5 juta.




7. The Hangover 2


Film yang dirilis Mei 2011 ini sempat mengejutkan para pengamat film dunia, karena film komedi yang bercerita tentang pelarian sekelompok pria ke Las Vegas ini mampu merajai box office dengan pemasukan sebesar US $118 juta hanya untuk wilayah edar di AS, plus 59 juta dolar AS dari peredaran internasionalnya. Penghasilan ini hanya diraih dalam waktu empat hari sejak dilaunching.







8. Transformers: Dark Of The Moon


Film yang dirilis Juli 2011 ini menjadi film yang paling banyak ditonton pada pekan pertama dan kedua pasca dilaunching. Film produksi Paramount picture ini memperoleh US $97,4 juta hanya dalam tiga hari penayangan di bioskop-bioskop di Kanada, Amerika Serikat dan Amerika Latin. Pemasukan ini malempaui pemasukan Sipder-Man 2 yang dirilis pada Juli 2011, yakni dengan pemasukan sebanyak US $88,2 juta.






9. Super 8


Film karya Steven Spielberg ini langsung menyodok ke puncak box office pada pekan perdana penayangannya di seluruh Amerika Serikat, Amerika Latin dan Kanada. Di daratan Eropa dan Asia, film ini juga mampu menyedot banyak penonton, terutama dari kalangan remaja. Hanya dalam tiga hari penayangan, film ini langsung menggebet pemasukan sebesar US $37 juta.



10. The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1


Seperti sekuel-sekuel sebelumnya, film ini juga sukses menyedot banyak penonton pada setiap pemutarannya di bioskop-bioskop. Bahkan pada tiga hari pertama penayangannya di akhir pekan bulan November 2011, film ini langsung menangguk penghasilan sebesar US $114 juta. Film ini bahkan berhasil mencetak rekor dengan menempati posisi 5 film dengan pendapatan terbesar sepanjang masa pada penayangan di pekan perdana setelah Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2, The Dark Knight, Spider-Man 3, dan seri film Twilight Saga sebelumnya, yakni New Moon.

Kesuksesan film ini memang telah diprediksi banyak pengamat, karena beberapa pekan sebelum rilis, tiketnya untuk pemutaran hari pertama sudah habis terjual. Bahkan para remaja di Amerika rela menginap dan membuat tenda demi menantikan perilisan film fenomenal yang satu ini.

Thursday, December 22, 2011

Gaet Penonton, Rafi Film Terapkan Strategi Lama

Salah satu adegan My BBG.
Rafi Film mempraktekkan strategi lama untuk menggaet masyarakat Indonesia agar berbondong-bondong datang ke bioskop dan menonton film terbarunya; “My Blackberry Girlfriend (My BBG) ” yang mulai tayang 29 Desember 2011. Yakni, menjanjikan lima unit Blackberry bagi penonton yang beruntung.

Strategi ini tertulis jelas pada poster film yang dibintangi Fathir Muchtar dan Luna Maya itu, dan dipajang di berbagai bioskop di Ibukota, antara lain di bioskop Grand, Senen, Jakarta Pusat. Dalam penjelasan di poster itu, Rafi Film menyarankan, jika penonton ingin mendapatkan Blackberry yang disediakan, maka kirimkan potongan karcis “My BBG” berikut foto copy KTP ke PO BOX XXXX paling lambat Januari 2012.

Trik menarik penonton ini bukan strategi baru karena dulu, di era 1990-an, JK Record, sebuah perusahaan rekaman yang banyak menelorkan lagu-lagu cengeng dan sukses mengorbitkan sederet penyanyi seperti Dian Pisesha, Meriam Bellina, dan Obie Mesakh, juga mempraktekkan strategi ini. Cuma bedanya yang ditawarkan JK kepada pembeli kaset yang diproduksinya adalah mobil atau motor.

Sulit dielakkan bahwa strategi yang diterapkan Rafi Film ini merupakan upaya untuk mengantisipasi makin turunnya jumlah penonton film Indonesia di seluruh Indonesia. Aktor senior yang juga sutradara, Deddy Mizwar, bahkan mengatakan bahwa kondisi perfilman Indonesia saat ini menunjukkan gejala seperti ketika akan mati suri pada era 1980-an, sebelum akhirnya dibangkitkan kembali oleh Miles Film melalui film “Petualangan Sherina” pada tahun 2000.

“Saat ini film Indonesia memang sedang bangkit dan terus berkembang, tapi akan mati lagi dengan sendirinya karena pola perkembangannya sama dengan tahun 1980-an, yakni lebih mengedepankan tema horor, komedi, atau seks yang tidak meningkatkan mutu film,” katanya.

Diakui, tema-tema ini membuat masyarakat Indonesia jenuh pada film-film buatan negeri sendiri. Apalagi karena film impor banyak yang jauh lebih bagus.

Apakah strategi Rafi Film akan membuat “My BBG” akan dibanjiri penonton? Waktu yang akan membuktikan. Meski Rafi mengklaim, film ini diilhami cerita online terbaik 2010.

Wednesday, December 14, 2011

10 Serial Drama Korea Terpopuler

Adegan Secret Garden
Beberapa tahun belakangan ini, demam drama Korea kembali bergaung. Memang pada tahun 2002 lalu, drama Korea menjadi pilihan utama untuk ditonton. Namun, setelah itu drama asal Negeri Ginseng ini popularitasnya mulai menurun.

Tetapi, gema serial drama Korea mulai kembali mendapat tempat di hati pemirsanya mulai tahun 2010 lalu. Beberapa serial berhasil memikat dan menguras emosi penonton. Dan sejak saat itu, drama Korea yang terkenal dengan cerita yang menyayat hati dan mengurasi air mata serta diselipi beberapa adegan lucu kembali menjadi primadona.

Di negara asalnya, serial drama ini juga tak pernah kehilangan penonton. Tak heran, para produser berlomba-lomba memproduksi serial dengan berbagai tema dan menghadirkan aktor tampan serta artis cantik yang sedang menjadi idola.

Tak hanya itu, variety show juga memiliki daya tarik tersendiri. Terbukti dari daftar yang berisi 10 acara paling top, terdapat acara reality show 'Happy Sunday' di tengah-tengah ketatnya persaingan drama Korea.

Berikut daftar lengkap serial drama Korea yang paling diminati dan populer di tahun 2011:

1. KBS, ‘Smile, Donghae’ – 36.4%
2. SBS, ‘Secret Garden’ – 26.5%
3. KBS, ‘Ojakgyo Brothers’ – 25.5%
4. KBS, ‘Believe In Love’ – 22.8%
5. KBS, ‘Women of Our Home’ – 21.5%
6. KBS, ‘Only You’ – 19.9%
7. KBS, ‘Happy Sunday’ – 18.4%
8. KBS, ‘Princess’ Man’ – 17.3%
9. SBS, ‘Deep-Rooted Tree’ – 17.1%
10. KBS, ‘King Gwanggaeto the Great’ – 16.7%
(sumber; VIVAnews)

Thursday, December 8, 2011

Aksi 'Lion King' dalam Petualangan Terbaru

Kisah petualangan Lion King favorit anak-anak akan kembali meramaikan liburan sekolah putra-putri Anda. Film petualangan animasi terbaru produksi Paddle Pop kali ini, akan menampilkan awal mula kisah petualangan dan persahabatan Paddle Pop Lion dengan Liona, si singa wanita.

Dibungkus dengan judul "Paddle Pop Begins Part 1", petualangan Paddle Pop Lion juga akan menceritakan tentang penguasa kegelapan dari dunia antah berantah bernama Shadow Master. Penguasa kegelapan itu datang ke dunia Paddle Pop untuk menguasai kristal lion yang memiliki kekuatan maha dahsyat.

Paddle Pop Lion bersama dengan teman-temannya pun memulai perjalanan mereka untuk menghentikan Shadow Master mendapatkan kristal lion. Menggunakan pesawat bernama Phoenix, pertarungan seru dan menegangkan akan dimulai. Berhasilkah Paddle Pop dan kawan-kawannya menghentikan Shadow Master?

Film yang bekerjasama dengan penulis dari Inggris pemenang BAFTA Awards, Salvador Simo Busom, ini rencananya akan ditayangkan di beberapa negara di Asia, Eropa Tengah dan Timur, Afrika dan Timur Tengah, serta Amerika Latin.

Untuk di Indonesia, petualangan seru si raja singa bisa disaksikan selama masa liburan sekolah di tujuh bioskop Blitzmegaplex di Jakarta, Bekasi, dan Bandung pada setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Mulai 10 Desember 2011 sampai 8 Januari 2012, Anda bisa mengajak buah hati berlibur sambil menyaksikan aksi seru Paddle Pop Lion.

(source; VIVAnews)

Monday, November 21, 2011

5 Produk Kecantikan Terinspirasi film Twilight

Kesuksesan sekuel terbaru Twilight, The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1, rupanya telah mengilhami sejumlah produsen kecantikan untuk membuat produk terbaru yang diharapkan mampu selaris film itu.

Produk-produk itu umumnya dibuat seperti casting film itu yang bertema gothic. Anda mau tahu produk apa sajakah itu? Ini dia lima di antaranya:

 





1. Immortal Twilight Eau de Parfum


Penggemar setia Twilight yang membeli parfum ini tentunya akan senang dengan gambar Edward dan Bella yang tengah berciuman di kemasan produknya. Tak hanya kemasannya, tampilan produknya pun terbilang oke. Botol parfum terbuat dari kaca yang mirip dengan kristal. Buat diri Anda harum dengan aroma jeruk, kamomil, dan nilam musk. Tak hanya eksotis, kesan misterius juga akan hadir setelah menggunakan parfum ini di tubuh Anda. Immortal Twilight Eau de Parfum dijual seharga US$21,99.


2. Bobbi Brown Shimmer Lip Gloss in Black Pearl


Pelembap bibir ini ingin menghadirkan kesan bahwa gothic bukan berarti loyo. Anda bisa menggunakannnya dengan lapisan warna-warni, seperti ungu atau plum, atau gunakan salah satu warnanya. Kandungan lidah buaya, vitamin C, dan minyak alpukat di dalamnya akan membuat bibir Anda tampil oke dan segar meski harus bertemu dengan seekor siluman serigala di hutan. Bobbi Brown Shimmer Lip Gloss in Black Pearl dijual seharga US$23.



3. Illamasqua Freak Eau de Parfum


Aroma provokatif dengan nuansa kecantikan ala Inggris yang edgy menyeruak dalam parfum dengan pilihan aroma Black Davana, Opium, dan bunga Ratu Malam  Terinspirasi Art Deco, botol kaca parfum ini sengaja didesain miring untuk menciptakan ilusi optic. Tak lupa, siput perak pada sisinya melambangkan ide merangkak sepanjang jalan menuju kecanduan. Bella tentu akan menyetujuinya. Parfum ini dijual seharga US$94,80.





4. Fresh Twilight Freshface Glow Illuminator


 
Produk ini membuat wajah berkilauan seperti berlian di bawah sinar matahari. Krim wajah beraroma timun ini akan menyempurnakan tata rias wajah Anda secantik Bella. Fresh Twilight Freshface Glow Illuminator dijual dengan harga US$36.






5. Ulta Love Bites Nail Polish Duo


Pemoles kuku ini ini sesuai bila Anda hendak berkencan dengan bad boy yang ternyata seorang vampir. Tak hanya jari tangan, Anda juga bisa memakainya untuk jari kaki supaya terlihat lebih keren. Ulta Love Bites Nail Polish Duo dijual seharga US$10. (sumber; Mionline)

Sunday, November 20, 2011

Sekuel Baru Twilight Rajai Box Office

Sekuel terbaru film 'Twilight' merajai puncak box office Amerika Serikat (AS) dan Kanada pada pekan perdana pemutarannya. Summit Entertainment memperkirakan, film 'The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1' meraup pendapatan sekitar US$139,5 juta di AS dan Kanada.

Seperti dikutip VIVAnews dari Reuters, Senin 21 November 2011, hasil ini mengantarkan film yang dibintangi Kristen Stewart dan Robert Pattinson itu sebagai film dengan pendapatan terbesar kelima pada pekan perdana pemutarannya di dalam negeri, sepanjang masa.

Angka tersebut juga melampaui perkiraan rumah produksi yang hanya memprediksi sebesar US$125 juta. Sementara analisis box office lainnya justru memprediksi lebih tinggi, yakni sebesar US$140 juta.

Total di seluruh dunia, film 'The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1' sukses mengantongi pendapatan sebesar US$283,5 juta. Film yang menelan biaya sebesar US$110 juta tersebut juga tercatat sebagai film dengan pendapatan terbesar kedua pada pekan perdana pemutarannya di AS dan Kanada pada tahun ini.

Film yang telah diputar di Indonesia ini hanya kalah dari final 'Harry Potter'. Seperti diketahui 'Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 2' sukses mengantongi US$169 juta pada saat diputar perdana Juli lalu.

Selain itu film 'The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1' juga gagal melampaui kesuksesan sekuel 'Twilight' lainnya, yakni 'New Moon' yang berhasil mencetak pendapatan US$142,8 juta pada pekan perdana pemutarannya di tahun 2009 lalu.

Presiden Distribusi Domestik untuk Summit, Richie Fay mengungkapkan, sebesar 80 persen penonton film 'The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1' adalah wanita. Mereka ujar Fay, adalah penggemar utama dari film yang diangkat dari novel karya Stephanie Meyer.

Menurut Fey, keberhasilan 'The Twilight Saga: Breaking Dawn: Part 1'menjadi pertanda baik untuk film 'Breaking Dawn - Part 2' yang akan dirilis pada 2012 mendatang.

Meski melampaui harapan pihak studio, film 'Breaking Dawn' tampaknya mendapat sambutan dingin dari para kritikus. Hanya 27 persen kritikus yang memberikan ulasan baik terhadap film tersebut di situs Rotten Tomatoes. Namun berdasarkan survei CinemaScore, para penonton justru memberikan penilaian yang cukup baik, dengan rata-rata B+.

'Twilight' tak tertandingi

Kesuksesan sekuel terbaru film 'Twilight' memang tak tertandingi oleh film-film lainnya yang diputar pada pekan lalu. Film ini mantap berada di puncak box office AS dan Kanada setelah unggul jauh dari film animasi 3D 'Happy Feet Two' yang hanya berhasil mengantongi US$22 juta.

"Ini adalah akhir pekan yang sulit. 'Twilight' tentunya mengendalikan pasar, terutama penonton wanita," kata Kepala Distribusi Domestik untuk Warner Bros, Dan Fellman.

Sementara itu film laga 'Immortals' harus turun ke peringkat tiga dari posisi puncak pekan lalu. Film tersebut hanya mengantongi sebesar US$12,3 juta. Di peringkat empat menyusul film komedi 'Jack and Jill' yang meraih pendapatan sebesar US$12 juta. Adapun film animasi 'Puss in Boots' mendarat di peringkat lima dengan mengantongi pendapatan US$10,7 juta.

Monday, October 31, 2011

Ra One Hanya Hebat di Special Effect

Tak perlu diragukan kehebatan Bollywood dalam memproduksi film. Kali ini industri film di India itu memasarkan sebuah film tentang pahlawan super setara dengan film superhero yang diproduksi Hollywood; Ra.One. Film yang disebut-sebut sebagai termahal di Bollywood ini kini tengah merambah berbagai negara, termasuk Indonesia.

Shah Rukh Khan memegang peranan utama dalam film yang menggabungkan kehebatan superhero Spider-man dan Iron Man ini. Sayang, sejumlah kalangan yang telah menyaksikan pemutaran perdana film ini mengatakan kalau cerita film ini kurang menarik, meski special effect-nya luar biasa.

Khan, yang juga menjadi produser film, melakukan pemasaran besar-besaran untuk mempromosikan film senilai US$30 juta ini. Sejumlah pengamat mengatakan, belanja iklan film yang diputar di sekitar 3.500 bioskop di India dan ribuan bioskop di seluruh dunia itu telah menghabiskan dana sebanyak 70% dari biaya produksi.

Iklan surat kabar satu halaman, suvenir film, video dan game online serta aplikasi di iPhone dan iPad digunakan untuk pemasaran. Namun, masih harus dilihat apakah film itu memang seperti yang diharapkan banyak orang.

Dalam wawancara dengan BBC, Khan menyanggah bahwa superhero yang diangkatnya ke layar lebar ini meniru karakter superhero Hollywood.

"Bila teknologi berkembang, kami dapat bersaing dengan Hollywood dalam bidang kualitas. Namun sepanjang kami belum bisa bersaing dari sisi kualitas, kami belum dapat bersaing," kata Khan.

"Kami mencoba membuat film Bollywood seperti halnya film Hollywood, jadi kami tetap mengarah ke sana," tambahnya.

Harian Times of India menyebut Ra.One "film fiksi sains" yang membuat "adrenalin orang meningkat". Namun situs hiburan Rediff Movies menyebut film itu "krisis usia menengah Shan Rukh Khan yang paling mahal." Situs itu menggambarkan cerita film yang panjang dan tidak terkait satu sama lain. Namun badan penyiaran Hindi Zee News memuji film yang disebut memiliki special effect yang memukau. Tetapi di luar kritikan itu, film itu diperkirakan akan tetap laris.

Film itu juga menampilkan aktor Kareen Kapoor dan Arjun Rampal. Musik dalam film itu digarap oleh Vishal Dadlani dan Skekhar Ravjiani. Ra.One pada mulanya direncanakan diluncurkan bulan Juni namun ditunda untuk menggarap tambahan special effect dan tiga dimensinya.
(sumber; BBC)

Friday, October 28, 2011

4 Film Indonesia Layak Tonton

Di antara begitu banyak film lokal yang diproduksi tahun ini, yang menurut penilaian sejumlah pakar, memiliki di bawah standar, ada empat film yang bukan hanya layak tonton, namun juga sayang untuk Anda lewatkan karena di antaranya bahkan mendapat penghargaan di festival film mancanegara. Film apa sajakah itu? Ini dia;

 



1. The Perfect House


Film ini dirilis 27 Oktober 2011 lalu dan disutradarai Affandi Abdul Rachman. Film ini mendapat sambutan dalam Puchon International Fantastic Film Festival 2011 di Korea Selatan karena menurut penilaian dewan juri, film ini memiliki standar internasional dan detail. Film dibintangi Mike Lucock, Cathy Sharon, dan Bella Esperance.


2. Sang Penari


Film ini dirilis 10 November 2011. Film yang diangkat dari novel Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Novel ini dibintangi Prisia Nasution dan didukung aktor kawakan Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Dewi Irawan serta Lukman Sardi. Film yang disutradarai Ifa Isfansyah dan skenario adaptasinya dibuat oleh Salman Aristo, Shanty Harmayn, dan Ahmad Tohari ini berlatar Indonesia pada pertengahan tahun 1960 di sebuah kampung miskin bernama Kampung Duku.


 



3. Arisan! 2


Dilihat dari judulnya saja, film yang dirilis 1 Desember 2011 mendatang ini jelas merupakan sekuel film Arisan! yang sukses beberapa tahun lalu. Film yang dimeriahkan pasangan kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto ini masih disutradarai Nia Dinata dan dibintangi tiga sekawan Cut Mini (Mei), Tora Sudiro (Sakti), dan Aida Nurmala (Andien). Tentu saja bintang sekuel perdananya, seperti Surya Saputra dan Rachael Maryam, ikut bermain.



 



4. The Raid


Ini dia film yang sempat menjadi berita besar di Tanah Air karena mendapat penghargaan The Cadillac People’s Choice Midnight Madness Awards di Festival Film Toronto pada 18 September 2011.

The Raid yang disutradarai Gareth Evans berkisah tentang sekelompok polisi yang menyergap gembong narkotik di sebuah apartemen tua. Film yang dibintangi Iko Uwais dan Yayan Ruhian ini akan diputar di bioskop Amerika sekaligus di Indonesia pada awal tahun 2012. Tak hanya itu, film ini juga akan diputar di sepuluh negara lainnya seperti Kanada, Inggris, Prancis, Jerman dan Australia.

Tuesday, April 19, 2011

Irfan Rambah Layar Lebar

Kesuksesan Irfan Bachdim dalam dunia pesepakbolaan Indonesia, juga wajah gantengnya, membuat dia makin berkibar. Setelah didaulat menjadi model iklan sejumlah produk, kini sutradara Hanung Bramantyo dan Fajar Nugros melibatkannya dalam film ‘Tendangan dari Langit’ yang mereka garap. Yang lebih istimewa, di film ini Irfan beradu akting dengan bintang sepakbola Indonesia yang lain, Kim Kurniawan, yang juga kakak kekasihnya, Jennifer Kurniawan.

Seperti dikutip dari VIVANEWS, Selasa (19/4/2011), Irfan mengaku sangat tegang menjelang masa syuting film yang rencananya akan dimulai pertengahan Mei 2011 ini. “Saya tegang karena ini film layar lebar pertama saya. Skenario belum saya baca,” ujar Irfan Bachdim saat ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011). Ia mengatakan, ia ingin tahu dirinya akan memerankan tokoh mana dalam film itu. Ia juga ingin tahu adegan-adegan seperti apa yang nanti musti ia mainkan.

‘Tendangan dari Langit’ yang diproduksi Sinema Art Pictures, diakui pelatih Irfan di Persema,Timo Scheunemann, dapat memberi inspirasi bagi para pemain muda. “Duet Kim dan Irfan dalam film ini akan menjadi inspirasi tersendiri bagi para pemain bola muda. Mereka pasti ingin berkancah di ajang (sepakbola yang) lebih tinggi dan bersekolah (di sekolah) sepakbola yang terbaik,” kata Timo.

Menurut Timo, dalam film tersebut, Irfan akan menampilkan cara dan gayanya bermain bola. Irfan juga akan mengangkat kisahnya sendiri, tentang pilihannya untuk merumput di Indonesia.

‘Tendangan dari Langit’ menceritakan tentang seorang anak remaja bernama Wahyu yang merupakan penggemar berat Irfan Bachdim. Wahyu diceritakan berusaha untuk bertemu dengan sosok idolanya itu melalui jalur sekolah bola dan ajang kompetisi liga.

Pada akhirnya, impian Wahyu untuk bertemu Irfan menjadi kenyataan. Mereka pun berlatih bersama di sebuah klub sepakbola. Selain menggaet Irfan dan Kim, ‘Tendangan dari Langit’ juga menggandeng Kapten Persema, Bima Sakti, dan 40 persen dari seluruh pemain Persema.

Lantas bagaimana para bintang sepakbola itu mengatur antara jadwal bertanding dan jadwal syuting? “Waktu syutingnya disesuaikan dengan jadwal kompetisi. Kebetulan pertengahan Mei ada rehat kompetisi, jadi kita maksimalkan Irfan dkk untuk syuting film layar lebar pertama mereka,” tutup Timo.

Friday, April 1, 2011

Hari Nyepi Akan Difilmkan Produser Hollywood

Perayaan Nyepi. (int)
Pulau Bali yang indah tak hanya memberikan masukan devisa yang teramat besar bagi negara karena membanjirnya wisatawan asing dan domestik, namun menginsipirasi banyak orang untuk lebih menghargai sang Pencipta, serta berkreasi untuk sesama. Maka tak heran jika produser sekaligus penulis cerita film Hollywood, Daniel Donai, pun berencana membuat film tentang Hari Raya Nyepi, salah satu hari raya umat Hindu di pulau itu.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, Daniel akan membuat film itu dengan judul 'Nyepi Night'. Syuting rencananya akan dilakukan di kawasan wisata Amed di Kabupaten Karangasem, Bali.

Ketertarikan Donai mengangkat tema Nyepi dilandasi rasa kagum terhadap budaya masyarakat Bali yang memiliki tradisi Nyepi. Melalui garapan media film itu diharapkan peradaban unik yang ada di Bali bisa diketahui internasional.

"Saya sangat kagum dan tertarik dengan tradisi Nyepi di Bali," kata Donai seperti disampaikan melalui penerjemah Sani dan Tari di Studio 27 Enterprise Amlapura, Karangasem.

Pemeran utama pria film itu rencananya dipercayakan kepada Mathias Huez yang pernah membintangi film I Come in Peace. Sedangkan pemeran utama wanita akan diserahkan kepada seorang bintang yang sekaligus model Lasly.

Ia menyatakan bersyukur dapat mengetahui berbagai peradaban masyarakat Bali yang memiliki keindahan dan daya tarik yang luar biasa karena potensi budaya dan tradisinya yang unik. Melalui film tersebut bakal disampaikan apa yang ada sesungguhnya tradisi Bali.

Hal yang sama juga diungkapkan calon pemeran utama wanita, Lasly. Ia mengaku sangat tertarik terhadap budaya Bali dan melalui film Nyepi Night berharap bisa menyampaikan kepada dunia tentang peradaban unik Bali.

Wednesday, March 30, 2011

Bintang Film Porno Kembali Dilibatkan dalam Film Indonesia

Produser film Indonesia benar-benar lebih memikirkan keuntungan dibanding gejolak masyarakat. Terbukti, setelah pelibatan bintang porno Miyabi, Rin Sakuragi dan Tera Patrick didemo habis-habisan oleh Front Pembela Islam (FPI), Sora Aoi, juga bintang porno, juga dilibatkan dalam sebuah film.

Seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (30/3/2011), adalah Maxima Pictures yang mengontrak bintang porno Jepang tersebut untuk bermain di film Suster Keramas 2 yang merupakan sekuel film Suster Keramas yang dibintangi Rin Sakuragi. Lantas apa alasan Maxima mengajak bintang porno itu?

"Saya tidak setuju kalau Sora masih disebut bintang porno. Sora itu juga sama seperti Maria Ozawa (Miyabi), dia mantan bintang porno. Sekarang Sora sudah tidak lagi main film porno. Sora pernah main film drama di Thailand. Anda boleh cek sendiri. Jadi, kita mengajak mantan bintang porno," papar produser Ody Mulya dari Maxima, seperti dikutip Tribunnews di Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Sejauh ini, Ody Mulya masih merahasiakan isi dan jalan cerita dari film Suster Keramas 2 yang akan dibintangi Sora tersebut. "Kalau itu, kita lihat hasil filmnya saja deh. Kalau sudah nonton baru boleh menilai," tutur Ody Mulya.

Ody mengatakan, proses penggarapan filmnya sendiri saat ini mulai produksi. Sora Aoi sudah berada di Tanah Air selama sebulan untuk shooting film tersebut. "Sudah sebulan yang lalu. Kita shooting di daerah Jabotabek, di Puncak Bogor," jelas Ody Mulya.

Sebelumnya, Ody juga telah melibatkan Miyabi dalam film Mengejar Miyabi, yang sempat membuat keriuhan dan aksi demo di mana-mana. Alasannya tentu saja karena citra Miyabi sebagai bintang porno. Kehadirannya dinilai sejumlah komponen masyarakat dikhawatirkan akan merusak moral anak-anak bangsa.

Film Hollywood Akan Kembali Banjiri Bioskop Indonesia

Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik mengungkapkan, pemerintah menemukan formulasi pajak perfilman, baik film nasional maupun film impor. Pemerintah juga telah berbicara dengan pihak importir film terkait penyusunan formulasi baru titu. Hal itu tak lain supaya film Hollywood dapat kembali dinikmati oleh masyarakat di tanah air.

“Saya sudah berbicara pada importir film. Tujuan kami (pemerintah) adalah agar film-film Hollywood tetap masuk (ke Indonesia),” kata Wacik di Kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu 30 Maret 2011. Menurut Wacik, pemerintah sadar orang Indonesia banyak menyukai film-film Hollywood.

Oleh sebab itu, kata Wacik, film impor – termasuk film Hollywood – penting untuk dipertahankan. Film Hollywood juga dapat menjadi pembanding bagi film-film nasional. Pemerintah berpendapat, film impor akan memacu produser film dalam negeri lebih semangat bekerja guna memproduksi karya berkualitas.

Wacik menegaskan pemerintah tetap akan memberi ruang bagi eksportir film asing demi pertumbuhan positif dunia perfilman tanah air. Di saat sama, pemerintah juga melindungi perfilman Indonesia dengan memberikan pajak ringan bagi film nasional.

“Tetapi (yang diproduksi) harus film-film soal kepahlawanan yang dapat membangun karakter anak bangsa, agar ada semangat berbangsa dan cinta tanah air. Itu yang harus diangkat dalam film,” pesan Wacik kepada produsen film dalam negeri.

Wacik menyatakan, perintah penataan perpajakan film datang langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena beliau melihat dunia perfilman nasional sudah membaik. Saat ini, jelas Wacik, tiga departemen terkait, yakni Departemen Bea Cukai, Departemen Perpajakan, dan Departemen Perfilman, masih menyelesaikan perhitungan teknis soal formulasi pengaturan pajak perfilman.

“Titik terangnya sudah mulai ada. Rencana kami, pajak film dalam negeri akan dibuat sekecil mungkin, kalau bisa nol. Sementara film impor akan dikenakan pajak yang pantas. Sekarang masih dihitung teknisnya,” tutup Wacik.

Saturday, March 26, 2011

Tayangan Uya Emang Kuya Dinyatakan Haram

Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se Jawa-Madura mengharamkan tayangan hipnotis 'Uya Emang Kuya'. Tahu tayangannya diwacanakan haram, sejauh ini Uya santai.

"Saya biasa saja, biarin saja. Santai saja," ujar Uya kepada okezone, Jumat (25/3/2011).

Tayangan hipnotis 'Uya Emang Kuya' dinyatakan haram berdasarkan keputusan forum Bahtsul Masa'il yang digelar Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se Jawa-Madura yang ke-22 di Pondok Pesantren Darussalam Jajar, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (24/3/2011).

Forum itu menilai, tayangan yang berdurasi 30 menit itu terbukti mengupas aib orang lain. Meski bertujuan menghibur, apa yang dilakukan selebritis Surya Utama atau kesohor dengan nama Uya Kuya itu dianggap melanggar ketentuan hukum Islam.

Selain membeberkan aib, hipnotis yang mengungkap kemaksiatan serta kejahatan juga terlarang (haram) untuk ditonton. Karena secara tidak langsung, tayangan tersebut akan mengedukasi (mendidik) orang yang menonton.

Meski FMPP se Jawa-Madura menyatakan haram, Muhammadiyah menentang. Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menilai pengharaman tayangan 'Uya Memang Kuya' adalah berlebihan. Sebab acara yang dibawakan oleh presenter kocak Surya Utama atau Uya Kuya itu hanya bersifat hiburan semata.

Sedangkan dalam prinsip hubungan Muamalat (Hubungan antar sesama) tayangan berdurasi 30 menit itu telah memenuhi prinsip Antarrodhim atau kesepakatan.

Soal prinsip kesepakatan ini juga dijabarkan oleh Uya.

"Saat menghipnotis pengunjung, saya selau mengatakan, 'Silakan katakan apa yang layak dikatakan dan jangan dikatakan jika memang tidak layak untuk dikatakan'. Dari situ sudah jelas. Lagipula acara itu untuk mengeluarkan uneg-uneg peserta," beber Uya.

Selain itu, usai dihipnotis, pengunjung tersebut diberi kesempatan untuk melihat hasil hipnotis. Di akhir acara pun selalu ditampilkan sesi pengunjung menandatangani persetujuan di atas materai. Jika yang bersangkutan keberatan untuk ditayangkan, maka tidak ditayangkan.

Wednesday, March 9, 2011

Fair Game, Film Yang Membeberkan Kebohongan Amerika

September 2001, Amerika Serikat (AS) diguncang serangan mendadak tepat ke jantung perdagangan dan pertahanannya, yakni menara kembar World Trade Centre (WTC) di New York, dan gedung Pentagon di Washingtob DC. Anda pasti ingat, kejadian ini berdampak begitu kuat, tidak hanya bagi AS, tapi juga bagi dunia, khususnya umat Islam dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Irak menjadi salah satu negara yang mengalami dampak paling parah, karena pemerintahan Presiden George W. Bush tak hanya menuding negara ini terkait dengan Al Qaida, organisasi yang dituding sebagai pelaku penyerangan, tapi juga dicurigai memiliki senjata pemusnah massal, sehingga diinvasi pada 2003.

Benarkah tuduhan itu? Diangkat dari memoar dan laporan ilmiah yang ditulis langsung oleh Valerie Plame, agen CIA yang memimpin operasi rahasia untuk memastikan kebenaran hal tersebut, film Fair Game yang dibintangi Naomi Watts dan Sean Penn memang bukan film main-main karena film ini membeberkan fakta di balik invasi AS ke negeri 1001 Malam yang akhirnya membuat pemerintahan Saddam Husein terguling dan presiden Irak itu digantung dengan dakwaan sebagai penjahat perang. Film ini secara blak-blakan membeberkan bahwa tudingan AS kalau Irak memiliki senjata pemusnah massal, hanya isapan jempol belaka demi 'menjajah' negara itu dan menguasai cadangan minyaknya.

Dalm film ini digambarkan, sebagai agen CIA yang gigih, ambisius, dan perfeksionis, Valerie yang diperankan Naomi Watts, sadar bahwa tugas yang diembankan George W. Bush kepada dirinya dapat berefek luas bagi dunia. Setiap hari, selama 15 jam, ia meneliti semua berkas mengenai operasi pembuatan senjata di Irak. Tak terhitung jumlah negara, sumber, serta ilmuwan Irak yang ia telusuri.

Hasilnya nihil, karena tak ada satu pun penelitiannya yang berujung pada penguatan tudingan AS terhadap Irak, meski semua ilmuwan Irak yang kabur ke berbagai negara, ia tanyai. Tak ada tabung-tabung uranium di Irak, dan juga tak ada bahan dasar senjata pemusnah massal itu, karena AS telah menghancurkannya pada awal 1990.

CIA dan Gedung Putih tak puas. Mereka lalu menggunakan Joseph Wilson, suami Valerie yang diperankan Sean Penn dan merupakan mantan duta besar AS untuk Afrika. Tugasnya adalah membuktikan informasi bahwa untuk membuat senjata pemusnah tersebut, Irak telah membeli 500.000 ton uranium dari Nigeria, Afrika Barat. Tapi hasilnya sama, bahan kimia yang disebut yellowcake itu tak ada.

Namun pemerintahan George W. Bush memutarbalikkan hasil laporan Joseph dan Valerie, karena dalam pidato akhir tahunnya, Bush mengatakan bahwa tuduhan AS terhadap Irak terbukti, karena negara itu memang membeli uranium dari Nigeria dan membuat senjata pemusnah massal. Selain itu, Valerie dipecat dari CIA.

Joseph yang akrab disapa Joe, tak tinggal diam. Dia mengirimkan artikel ke surat kabar dan membeberkan fakta yang sebenarnya, bahwa pemerintahan Bush telah berbohong. Akibatnya fatal, karena kehidupannya, juga kehidupan Valeria, kemudian menjadi hancur berkeping-keping.

Meski termasuk film berat, namun film yang dianugerahi Freedom of Expression Award dari National Board of Review ini akan memberi Anda gambaran dengan sangat lugas betapa licinnya Amerika dalam menggolkan tujuan yang ingin dicapai, karena sutradara Doug Liman berhasil mengangkat intrik-intrik politik yang menjadi ruh film ini, dengan sangat baik dan mudah dimengerti. Misalnya ketika seorang staf kepresidenan AS mempengaruhi pimpinan CIA agar mengubah laporan yang akan dibuat berdasarkan penelitian Valerie. Doug menampilkan dialog seperti ini; "Seberapa persen Anda yakin Irak tidak punya senjata? 97%? 98%? 99%? Lalu bagaimana Anda mempertanggungjawabkan kemungkinan yang 1% itu?"

Atau dialog tajam Joe dalam sebuah seminar yang berbunyi; "Siapa yang tahu berapa kali pidato Bush soal Irak dalam setahun ini?"

Jika Anda menginginkan film berkualitas untuk ditonton, rasanya sayang jika film yang diproduksi River Road Entertainment ini Anda lewatkan. (sumber; Media Indonesia)

Berita terkait, KLIK DI SINI.

Tuesday, March 8, 2011

Shah Rukh Khan Akan Beradu Akting dengan DiCaprio

Shah Rukh Khan kian berkibar. Setelah sukses menembus Hollywood dengan film 'My Name is Khan', aktor Bollywood itu kini benar-benar merambah industri film di Amerika tersebut. Pasalnya, Khan ditawari untuk bekerjasama dengan Leonardo DiCaprio di film 'Xtreme City'.

Seperti dikutip VIVAnews dari IndianExpress, Rabu (9/3/2011), jika segalanya berjalan dengan lancar, maka kedua aktor ini akan saling beradu akting di film thriller tersebut. Rencananya, film ini akan disutradarai oleh Paul Schrader dan juga penulis skenario asal India, Mushtaq Sheikh. Sedangkan Martin Scorsese dan David Weisman akan bertindak sebagai produser di film ini.

Film ini menceritakan tentang kisah duo orang yang datang dari dua dunia yang sangat berbeda. Shah Rukh Khan akan berperan sebagai gangster sedangkan DiCaprio adalah seorang polisi di New York.

Menurut Sheikh film 'Xtreme City' bukanlah film tentang ganster tradisional. Ia memastikan film ini akan memiliki cerita yang berbeda.

"Sebuah thriller lintas budaya. Ini dibuat untuk Bollywood dan Hollywood. Jika kita melakukannya dengan bagus, ini akan menjadi tontonan yang benar-benar global," ungkap Sheikh.

Friday, February 25, 2011

4 Adegan Film yang Paling Membuat Penonton Penasaran

Belum lama ini Lovefilm.com melakukan jajak pendapat tentang adegan apa yang paling menarik perhatian penonton sehingga sering di-pause (dihentikan sesaat) agar rasa penasaran terhadap adegan itu, terobati. Jawaban tertinggi atas polling ini ternyata adegan menyilangkan kaki aktris Sharon Stone yang berperan sebagai Catherine Tramell dalam film Basic Instinct (1992)

Cukup beralasan kenapa adegan itu yang paling membuat penasaran. Pasalnya, Stone mengaku kalau ketika adegan itu dilakukan, ia tidak mengenakan apa-apa alias tidak bercelana dalam. Adegan ini merupakan bagian dari adegan ketika Chaterine Tramell diintrograsi polisi. Di bagian scene itu, penampilan Stone memang rada-rada menggoda. Ia duduk santai dengan mengenakan rok yang cukup pendek, lalu mengangkat kaki kanan dan menaruhnya di atas kaki kiri, dan begitu sebaliknya.

Basic Instinct sempat menjadi film paling laris dan menyedot perhatian. Berkisah tentang upaya detektif Nick Curran (Michael Douglas) menguak kasus pembunuhan brutal yang diyakni melibatkan perempuan cantik dan seksi. Tak diyana, Curran malah terlibat asmara dengan perempuan yang jadi buruannya.

Film garapan sutradara Paul Verhoeven itu dinominasikan meraih penghargaan tertinggi Cannes Film Festival 1992 dan mendapat nominasi Oscar untuk Frank J. Urioste di kategori Editing Film Terbaik (Best Film Editing) dan kategori Best Music, Original Score untuk Jerry Goldsmith.

Di urutan kedua ditempati aksi Jennifer Lopez dalam film The Back-Up Plan. Penonton sepertinya dibuat penasaran dengan bentuk bagian tubuh belakang penyanyi berdarah Latin itu bila dalam keadaan polos. Sebelumnya, si empunya, mengklaim bahwa bagian bokonglah yang menjadi kebanggaannya. Tak heran, saking berharganya, J.Lo, begitu ia dijuluki, memilih mengasuransikannya.

Nah, di posisi ketiga film yang paling banyak di-pause adalah adegan konyol ketika kepala salah satu Stormtrooper dalam film Star Wards produksi 1977, kejedot langit-langit. Adegan cukup menggelikan. Sebab, adegan yang tak ada dalam skenario tersebut lolos dari proses editan.

Sementara itu, adegan topless aktris Jamie Lee Curtis dalam film Trading Places berada di urutan keempat ditutup oleh adegan gaun Jessica Rabbit yang terangkat dalam film semi animasi Who Framed Roger Rabbit.
(sumber; Kompas.com)

Thursday, February 24, 2011

9 Importir Film Tunggak Pajak dan Bea Masuk 30 Miliar

Sembilan importir film yang membawa masuk 250 judul ke Indonesia dalam dua tahun terakhir ini menunggak pajak dan bea masuk Rp 30 miliar, belum termasuk denda. Jumlah tunggakan akan membengkak karena denda atas keterlambatan pembayarannya bisa mencapai 1.000 persen dari pokok tunggakan.

Ini dikatakan Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (24/2/2011), seperti dikutip Kompas.com.

Menurut Agus, bagian yang harus diperjelas adalah masalah penetapan nilai pabean film impor. Selama ini importir hanya menetapkan nilai pabean atas dasar panjang rol film, yakni 0,43 dollar AS per meter. Itu yang menjadi dasar pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22.

Padahal, sebagai sebuah karya cipta, film memiliki keunikan dibandingkan dengan barang lain. Selain membayar ketiga pungutan tadi, importir film juga harus memperhitungkan nilai pabean yang didasarkan atas hak ciptanya, yakni royalti yang dibayarkan kepada produsen film di luar negeri. Atas dasar ini, importir dikenai lagi bea masuk sebesar 10 persen, PPN 11 persen, dan PPh Pasal 26 sebesar 2,75 persen, atau total 23,75 persen.

”Jika perhitungan pungutan itu hanya didasarkan atas panjangnya rol film, satu judul film hanya menyetor Rp 13 juta per salinan film. Padahal, satu film bisa mencapai 60.000 dollar AS,” kata Agus.

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Thomas Sugijata mengatakan, sebelumnya, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional melaporkan ada 52 judul film paling laris yang beredar di Indonesia pada periode 2009-2010. Seluruhnya diperbanyak menjadi 1.780 salinan film sehingga total pembayaran royalti pada periode itu mencapai Rp 570 miliar.

”Namun, dalam audit yang di lakukan, sebenarnya ada 250 judul film yang masuk, baik yang box office (film laris) maupun film biasa. Hasil audit menunjukkan adanya tunggakan Rp 30 miliar, belum termasuk dendanya,” tutur Thomas.